Selasa, 30 Juni 2015

Tulisan

Secara tradisonal, bahasa jepang ditulis dari atas ke bawah dan dimulai dari sudut kanan atas. Meski demikian, bahasa ini dapat pula ditulis secara horisontal, dari kiri ke kanan.
Ada 3 macam aksara jepang yang dipakai : Kanji, Hiragana, dan Katakana.
Kanji, yang diambil dari bahasa Cina, merupakan ideogram dasar, yang masing-masing karakternya mewakili satu kata atau satu ide.
Hiragana, digunakan untuk kata-kata yang berasal dari bahasa Jepang.
Katakana, digunakan untuk menulis nama-nama da kata-kata 'asing' atau 'pinjaman', termasuk bahasa Inggris.
Hiragana dan Katakana mewakili satu suku kata.
Selain dari ketiga aksara tadi, kadang-kadang dipakai pula Romaji (huruf Latin). Tapi, pemakaian Romaji tidak umum, kecuali pada papan-papan reklame atau penunjuk jalan yang diperuntukkan bagi orang asing.

Tekanan dan Nada
Tekanan kata tidaklah terlalu penting pada kalimat dalam bahasa Jepang. Sedangkan nada jauh lebih penting daripada tekanan kata. Kata pembentuk kalimata tanya 'ka' dapat dihilangkan dari akhir kalimat, misalnya, apabila suku kata terakhirnya diucapkan dengan nada yang lebih tinggi.
Contoh : 
Tanaka san wa  ====> Bagaimana keadaan Pak Tanaka?


Petunjuk Pengucapan
Bunyi vokal : seperti dalam bahasa Indonesia
1. ada lima bunyi vokal : a, i, u, e, o;
2. bunyi vokal di akhir kata selalu diucapkan;
3. bunyi vokal dapat pendek maupun dipanjangkan.

Adalah penting untuk berhati-hati dalam mengucapkan vokal panjang ini. Karena, banyak kata-kata yang sama ejaannya tetapi berbeda artinya, tergantung pada cara pengucapannya.
Contoh :
obaa-san : nenek, wanita tua
oba-san   : bibi, wanita
suki        ; suka
sukii       : hal bermain ski

***
vokal 'o' dibaca panjang apabila bertemu dengan vokal 'u', seperti kata 'douzo','ohayou', 'hikouki', dll.


Konsonan
Konsonan diucapkan seperti dalam bahasa Indonesia tetapi dengan pengecualian, sebagai berikut:

L : bunyi L tidak terapat dalam bahasa Jepang, dan konsonan ini diucapkan seperti 'R'. Misal : London, diucapkan Rondon.

N : seperti N dalam bahasa Indonesia, kecuali pada akhir sebuah kata, yang diucapkan dengan bunyi sengau, dan tiak diucapkan dengan menyentuhkan ujung lidah ke bagian belakang dari gigi depan.

F : apabila digabungkan dengan 'U' pada awal sebuah kata akan berbunyi seperti Hu

Apabila N terletak di depan 'ya', 'yu', 'yo', maupun sebuah vokal dan kita ingin memenggalnya, maka kita harus menambahkan tanda 'apostrof' ('). Misal : hon' yaku, tan'i



Tidak ada komentar:

Posting Komentar