Rabu, 01 Juli 2015

Menyapa Seseorang Dalam Bahasa Jepang

'San' adalah kata yang digunakan untuk menyebut (nama) seseorang di Jepang. Kata itu digunakan setelah nama keluarga dan dapat berarti Bapak/Ibu, Tuan/Nyonya, Nona, atau Saudara. Untuk menyapa orang yang lebih akrab, kita dapat menggunakan kata 'san' dengan nama depannya. Misal : Takao san. Tapi, jangan sekali-sekali menggunakannya untuk nama kita sendiri. Misal, saya mengatakan 'Julie san desu', itu hanya akan membuat malu. :-D
Terkadang, kita sering mendengar 'chan'. Kata ini, terutama digunakan untuk anak-anak.
Perlu diingat juga, apabila kita bertemu dengan orang Jepang, membungkukkan badan jauh lebih menyenangkan daripada berjabat tangan.

Contoh percakapan :

Budi dan Siti berkunjung ke Jepang untuk pertama kalinya. Di bandar udara Narita, mereka dijemput oleh Tn. dan Ny. Fujiwara beserta anak mereka, Takeshi. Budi bekerja di sebuah perusahaan Jepang di Indonesia. Tn. Fujiwara juga bekerja di perusahaan yang sama, yang berpusat di Jepang.

Fujiwara sama
:
Shitsurei desu ga, Budi san desu ka.
(Pak Fujiwara)

Maaf, apakah Anda Pak Budi?
Budi
:
Hai, so desu. Aa, Fujiwara san desuka. Hajimemashite


Ya, benar. Ah, apakah Anda Pak Fujiwara? Apa kabar?
Fujiwara sama
:
Hai, Fujiwara desu. Youkoso Nihon e irasshaimashita.


Ya, saya Fujiwara. Selamat datang di Jepang


Sorekara, kare wa budi no okusan to hanashimasu


Ia kemudian berbicara dengan Ny. Budi


Ohayou gozaimasu, Okusan


Selamat pagi, Ny. Budi
Siti
 :
Siti desu. Douzo yoroshiku


Saya Siti. Senang bertemu dengan Anda
Fujiwara sama
 :
Sorekara, tsuma to musuko no Takeshi desu


Oh ya, ini isteri dan putra saya, Takeshi
Fujiwara no okusan
 :
Douzo yoroshiku
(Ny. Fujiwara)

Senang bertemu dengan Anda



Selasa, 30 Juni 2015

Salam dan Perkenalan


Shitsurei desu ga
Maaf/permisi
Hajimemashite
Apa kabar? (ucapan salam pada waktu pertama kali berkenalan)
Anata no o-namae wa nan desu
Siapakah nama Anda?
Watashi no namae wa…..desu
Nama saya adalah…..
…….san desu ka
Apakah Anda Bapak/Nyonya/Nona…..?
Hai, so desu
Ya, benar.
Youkoso….e irraisshaimashita
Selamat datang di……
Nihon, Nippon
Jepang
Douzo yoroshiku
Senang bertemu dengan Anda (ucapan salam di akhir perkenalan)
Ryokou wa tanoshikatta desu ka
Perjalanan Anda menyenangkan?
Hai. Tanoshikatta desu
Ya, perjalanan kami menyenangkan.
Iie, hikouki ga okuremashita
Tidak, penerbangan kami terlambat.
Mukae ni kite kudasatte arigatou gozaimasu
Terima kasih atas kedatangan Anda untuk menjemput kami.
Nihon go o hanashimasu ka
Apakah berbicara bahasa Jepang?
Zannen desu ga hanashimasen
Tidak, saya pikir tidak.
Hai, sukoshi
Ya. Sedikit.
Eigo o hanashimasu ka
Apakah berbicara bahasa Inggris?


Tulisan

Secara tradisonal, bahasa jepang ditulis dari atas ke bawah dan dimulai dari sudut kanan atas. Meski demikian, bahasa ini dapat pula ditulis secara horisontal, dari kiri ke kanan.
Ada 3 macam aksara jepang yang dipakai : Kanji, Hiragana, dan Katakana.
Kanji, yang diambil dari bahasa Cina, merupakan ideogram dasar, yang masing-masing karakternya mewakili satu kata atau satu ide.
Hiragana, digunakan untuk kata-kata yang berasal dari bahasa Jepang.
Katakana, digunakan untuk menulis nama-nama da kata-kata 'asing' atau 'pinjaman', termasuk bahasa Inggris.
Hiragana dan Katakana mewakili satu suku kata.
Selain dari ketiga aksara tadi, kadang-kadang dipakai pula Romaji (huruf Latin). Tapi, pemakaian Romaji tidak umum, kecuali pada papan-papan reklame atau penunjuk jalan yang diperuntukkan bagi orang asing.

Tekanan dan Nada
Tekanan kata tidaklah terlalu penting pada kalimat dalam bahasa Jepang. Sedangkan nada jauh lebih penting daripada tekanan kata. Kata pembentuk kalimata tanya 'ka' dapat dihilangkan dari akhir kalimat, misalnya, apabila suku kata terakhirnya diucapkan dengan nada yang lebih tinggi.
Contoh : 
Tanaka san wa  ====> Bagaimana keadaan Pak Tanaka?


Petunjuk Pengucapan
Bunyi vokal : seperti dalam bahasa Indonesia
1. ada lima bunyi vokal : a, i, u, e, o;
2. bunyi vokal di akhir kata selalu diucapkan;
3. bunyi vokal dapat pendek maupun dipanjangkan.

Adalah penting untuk berhati-hati dalam mengucapkan vokal panjang ini. Karena, banyak kata-kata yang sama ejaannya tetapi berbeda artinya, tergantung pada cara pengucapannya.
Contoh :
obaa-san : nenek, wanita tua
oba-san   : bibi, wanita
suki        ; suka
sukii       : hal bermain ski

***
vokal 'o' dibaca panjang apabila bertemu dengan vokal 'u', seperti kata 'douzo','ohayou', 'hikouki', dll.


Konsonan
Konsonan diucapkan seperti dalam bahasa Indonesia tetapi dengan pengecualian, sebagai berikut:

L : bunyi L tidak terapat dalam bahasa Jepang, dan konsonan ini diucapkan seperti 'R'. Misal : London, diucapkan Rondon.

N : seperti N dalam bahasa Indonesia, kecuali pada akhir sebuah kata, yang diucapkan dengan bunyi sengau, dan tiak diucapkan dengan menyentuhkan ujung lidah ke bagian belakang dari gigi depan.

F : apabila digabungkan dengan 'U' pada awal sebuah kata akan berbunyi seperti Hu

Apabila N terletak di depan 'ya', 'yu', 'yo', maupun sebuah vokal dan kita ingin memenggalnya, maka kita harus menambahkan tanda 'apostrof' ('). Misal : hon' yaku, tan'i